Tampilkan postingan dengan label trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2010

Tips Aman Bergaul di Facebook

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjizAReJ7ItyyspQ1yzoMiNvExdnD1HZuQ5KZM6DDnWrx2xsrs9phL_7ZgRgZ7SFYVr1XdxxguHA5Mn9TvkoeF-7AMiwlOwIPCUfbWe-8jhtibFj5PHV2n10viV7YdXlTSY_1UwMpMmxtjD/s400/0310100B.jpg
Jakarta - Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan para Facebooker.

Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekadar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.

Salah satu contoh kasus yang mengingatkan kita akan bahaya bergaul sembarangan di Facebook adalah peristiwa hilangnya seorang remaja bernama Marietta Nova Triani (14). Setelah sempat membuat uring-uringan keluarganya yang merasa kehilangan, ternyata Nova kabur dengan pacarnya Febriani alias Ari (18) yang dikenal melalui Facebook.

Nova yang berasal dari Sidoarjo dibawa kabur pacarnya saat Nova bertamu di perumahan BSD, sejak tanggal 6 Februari 2010 lalu. Nova dan Ari ditemukan polisi di Jatiuwung, Tangerang.

Mungkin Nova hanya satu dari sekian korban pergaulan 'kebablasan' yang bermula dari perkenalan di Facebook. Nah, agar kita tidak menjadi korban berikutnya maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin berisiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut "hanya" diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan 'add friend' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah "mutual friends" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit "mutual friends"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin berisiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima "pertemanan" yang "mutual friends"-nya cukup banyak.

4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita "banci tagging", tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa "keadaan sekeliling". Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita "untag" diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.

6). Jangan mudah termakan bujuk rayu orang yang baru Anda kenal di Facebook. Karena perlu Anda ingat bahwa seringkali orang menyamarkan identitas aslinya di dunia maya. Apa yang tampak di dunia maya seperti Facebook belum tentu cerminan asli perilaku diri di dunia nyata. Bisa jadi orang yang tampak baik, sopan di Facebook ternyata memiliki watak sebaliknya di dunia nyata. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati dengan teman yang baru dikenal di dunia maya.

Sumber:detikinet.com

Senin, 08 Februari 2010

Mempercepat koneksi internet

Dalam dunia komputer dan internet salah satu kata yang sering dihindari adalah “lambat” atau “lelet” alias “lemot”. Komputer itu identik dengan cepat, kalau kita mau beli komputer salah satu yang dijadikan pertimbangan adalah berapa kecepatan prosessornya, karena kecepatan prosessor berpengaruh terhadap kinerja komputer secara keseluruhan.
Para vendor berlomba-lomba membuat komputer secepat mungkin, menurut ilmuwan pakar komputer (namanya saya lupa lagi) kecepatan prosessor akan bertambah dua kali lipat setiap 18 bulan sekali, so kalau kita punya komputer yang tercepat sekarang akan menjadi barang basi pada 18 bulan yang akan datang.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgII6jq4GdHjU0G31dZVgx71dZ_n6OgcRHvP0h-rlikG7JUSehOD41IkFFPQdRzYFPn-Uu_DBdyfIOf1m0t579QsXDxNZoIUaxP-2AqSxRcejlJZo4ZiJMXq-5DDuEuVYYNmGU11UOu0OI/s1600/Prosesor+Yang+Bisa+Bikin+Komputer+Greng.jpg
Beban kerja komputer sekarang tambah banyak, dikarenakan banyaknya aplikasi yang harus dijalankan, akibatnya kinerja komputer melambat. Ada dua faktor yang menyebabkan kinerja komputer melambat yaitu faktor hardware dan faktor software. Hardware akan kedodoran ketika dia harus melayani aplikasi-aplikasi sotfware yang berat dan memerlukan sumber daya besar, misalnya aplikasi grafis, game online dll. Sedangkan software berpengaruh ketika misalnya banyaknya virus dan malware yang ikut jalan ketika aplikasi yang lain sedang jalan.

Sekarang, komputer rasanya dianggap kurang gaul jika belum terhubung ke internet, apalagi dengan banyaknya cara menghubungkan komputer ke internet menyebabkan pengguna internet di indonesia tambah banyak secara signifikan, anda tinggal pilih mau pake broadband, DSL atau Dial-up. Ada beberapa operator seluler menawarkan tarif internet murah misalnya axis (Rp. 0,1/kb) atau indosat (Rp. 1,1/kb), so kita tinggal memilih mana yang terbaik buat kita, tapi biasanya harga berpengaruh terhadap kualitas layanan. Ketika kita sedang online, terkadang kita dibikin kesal dengan lambatnya loading, ada beberapa penyebab diantaranya seperti yang ditulis disini. Kalau anda rajin, anda bisa menemukan solusi untuk mengatasi lambatnya loading, disini atau coba anda amati di forum ini.
Kemarin, kebetulan saya menemukan tulisan cara lain mempercepat koneksi internet yang saya dapatkan dari sebuah koran harian, saya sendiri langsung mencobanya dan hasilnya lumayan koneksinya jadi lebih cepat :
Menurut tulisan itu, ada beberapa cara untuk meningkatkan kecepetan akses internet di antaranya dengan menyetting browser, menggunakan openDNS atau menggunakan Google Web Accelerator.
Setting melalui openDNS sendiri sebenarnya banyak yang meragukan apakah bisa membuat koneksi cepat atau ga ada pengaruh apa-apa, coba anda baca polemiknya di forum tadi. Sedangkan Google Web Accelerator didesain jika anda menggunakan koneksi broadband seperti cable dan DSL, tetapi untuk dial-up (mis. telkomnet instan atau speedy) juga dapat mempercepat koneksi. Untuk memakai Google Web Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating system harus windows XP atau windows 2000 dan browser nya harus (minimal) IE 5.5+ atau Mozilla Firefox 1.0+. kalau untuk browser lain juga bisa tetapi harus menkonfigurasi proxy settingsnya dari browser anda dengan menambah 127.0.0.1:9-100 pada HTTP. Setelah melakukan instalasi, Google web accelerator akan menampilkan icon kecil di atas browser dan icon tray di pojok bawah layar desktop.


Untuk cara Setting Browser, silakan ikuti cara2 ini:
Pengguna Internet Explorer:
1. Pilih menu [Tools]
2. Pilih [Internet Option]
3. Klik tab [General]
4. Pada opsi “Temporary Internet Files” klik [Setting] lalu geser slider-nya

Pengguna Mozilla Firefox:
1. Buka browser Mozilla Firefox
2. Pada address bar ketikan : about:config
3. Ubah “network.http.pipelining” dan “network.http.proxy pipelining” menjadi : true
4. Isi “network.http.pipelining.maxrequest” antara : 30 – 100 (makin besar makin cepat)
5. Terakhir, Klik kanan dimana saja dan pilih New -> Integer, Tuliskan : nglayout.initialpaint.delay lalu isi dengan :0

Mudah-mudahan bisa membantu.
hazzanmedia.com 

Minggu, 31 Januari 2010

7 Trik Melatih Anak Merapikan Rumah

Melatih anak menjadi dewasa memang tak mudah.Tapi,cobalah melatih kedewasaaanya dengan memberikan pembagian tugas kerja merapikan rumah.Sebuah studi baru mengatakan, memberikan tugas akan membantu anak-anak menjadi bertanggung jawab dan menjadi dewasa.Penugasan bisa dimulai dengan meminta si kecil merapikan mainannya setelah selesai bermain.Dengan cara ini bisa secara otomatis melatih ketrampilan mengatur barang sekaligus melatih mereka belajar menghormati oranglain.

Menurut Charlie Taylor,Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar di AS, dan penulis buku 'The Secrets to Having a Much Better Behaved Child', penugasan-penugasan kecil untuk anak bisa dimulai sejak mereka berusia 3 tahun.Karena akan lebih mudah melatih mereka ketika usianya masih muda.

“Dengan cara ini bisa melatih mereka membangun rasa tanggung jawab,” katanya seperti dikutip dari mirror.co.uk life and style.Ingin membuat si kecil rajin berbenah, ini caranya:

1. Tetaplah pada rutinitas
Untuk lebih melatih tanggung jawabnya, jadikanlah tugas kecil dari Anda ini sebagai rutinitasnya. Kegiatan merapikan mainan bisa dijadikan sebuah ritual yang terjadi pada saat yang sama. Sehingga lambat laun bisa menjadi sebuah kebiasaan.

Sebagai contoh, buatlah jadwal tugas bersih-bersih atau merapikan mainan 10 menit sebelum acara TV favorit mereka dimulai. "Jadikan ini sebagai aturan ketat. Mereka mungkin berdebat dan mencoba untuk menawar, tapi sebaiknya keputusan Anda tidak mudah goyah, " ujar Charlie.

2. Berikan pujian, bukan suap
"Jangan membayar anak-anak untuk melakukan tugas," kata Profesor Julian Elliott dari Durham University's School of Education. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun anak akan bekerja setelah mereka diberikan bayaran. Lebih baik berikan pujian, terutama jika mereka membantu tanpa diminta, biarkan mereka bangga dengan pekerjaan dilakukan dengan baik.

3. Tunjukan cara berbenah pada si kecil
Mulailah dengan menginvestasikan waktu dan tunjukkan padanya cara melakukan tugas tersebut. "Jika Anda akan meminta seorang remaja untuk mencuci pakaian, pastikan mereka tahu bagaimana untuk memisahkan warna," kata Judith Myers-Walls, seorang profesor perkembangan anak.

4. Adil
Pastikan Anda tidak memberi mereka terlalu banyak pekerjaan. Seimbangkan dengan waktu bermain mereka. Biarkan mereka punya rasa tanggung jawab, tapi tetap bisa mempunyai waktu bermain.

5. Membuatnya menyenangkan
Ahli perkembangan anak Braun Betsy Brown mengatakan, "Jika Anda mengatakan kepada anak berusia empat tahun: 'Saya ingin kamu membersihkan seluruh ruangan ini', itu tidak akan terjadi. Cobalah katakan: 'Kamu mengambil semuanya dengan roda, dan mama akan mengambil segala sesuatu berwarna merah'. Kata-kata ini akan lebih memacu semangatnya untuk membantu Anda merapikan rumah."

6.Mengatur tugas-tugas khusus
Dengan anak yang lebih tua, berikan tugas khusus seperti merapikan kamar tidur sendiri. Ini akan melatih tanggung jawab mereka.

7.Buat tim kerja
Bentuk keluarga sebagai sebuah tim untuk merapikan rumah. Pada awalnya anak-anak akan sering mencoba untuk berdebat. Tapi, tunjukkan pada mereka bahwa semua anggota rumah ikut merapikan rumah untuk membantu satu sama lain. KF/v/viva