Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2010

6 Risiko Bayi Dilahirkan Melalui Operasi Caesar



Meningkatnya tren operasi caesar di berbagai negara oleh WHO dinilai membahayakan kesehatan perempuan.Terlebih bila dilakukan tanpa adanya indikasi medis yang kuat."Banyak wanita yang salah mengerti.Mereka menganggap melahirkan secara caesar lebih aman dibanding melahirkan secara alami," kata Dr.A.Metin Gulmezoglu, peneliti dari WHO yang melakukan survei tentang operasi caesar di Asia.

Ia menjelaskan, bedah caesar adalah operasi besar yang hanya menjadi pilihan ketika keselamatan ibu dan janin terancam. Misalnya bila persalinan secara alami sudah berlangsung lama tapi tak ada kemajuan sedikit pun.Kondisi lain yang dipertimbangkan untuk dilakukannya bedah caesar antara lain adanya kelainan panggul, lingkar rongga panggul yang lebih kecil dari ukuran janin, usia ibu yang terlalu tua, kelainan letak plasenta, ukuran bayi terlalu besar (lebih dari 4 kg), terjadinya gangguan janin atau bayi kembar.

Gulmezoglu menambahkan, ibu hamil yang melahirkan secara caesar tanpa indikasi medis lebih berisiko menjalani perawatan intensif, membutuhkan transfusi darah karena kehilangan darah yang terjadi pada operasi caesar dua kali lipat lebih banyak dibanding persalinan normal, serta risiko kematian. Meski kematian karena bedah caesar jarang, tetapi risikonya tetap lebih tinggi dari pada persalinan secara alami.

Penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika juga menunjukkan bayi yang dilahirkan secara caesar risikonya lebih besar mengalami gangguan pernapasan karena obat bius yang digunakan selama operasi diserap tubuh bayi.Bila tidak ada indikasi medis, lebih baik melahirkan lewat jalan normal, yang jauh lebih aman, singkat prosesnya, serta masa masa penyembuhan lebih cepat. Namun kurang banyak perempuan yang sadar akan fakta ini.

Jika bayi bisa lahir secara alami, mengapa harus dicaesar? Ternyata, bayi lahir caesar lebih beresiko mengalami berbagai gangguan kesehatan dibandingkan bayi lahir normal.Dr.Erick Fransisco Kan, M.Med, Sp.A dari Siloam Hospital Karawaci membeberkannya :

1. Gangguan pernapasan
TTNB (Transient Tachypnea of the New Born) adalah gangguan pernapasan yang paling sering dikhawatirkan terjadi pada bayi sesar. Gangguan ini terjadi akibat cairan yang memenuhi paru-paru janin selama berada dalam rahim tidak terkompresi mengingat bayi sesar tinggal "terima jadi". Padahal, proses persalinan per vaginam melewati jalan lahir inilah yang memungkinkan cairan yang memenuhi paru-paru semasa janin berada dalam rahim dipompa habis keluar.
Selain itu, proses kompresi juga terjadi berkat kontraksi rahim ibu secara berkala. Kontraksi yang lama-kelamaan semakin kuat ini akan menekan tubuh bayi, sehingga otomatis cairan dalam paru-parunya ikut keluar. Nah, pada bayi sesar, kedua proses kompresi tadi tidak terjadi dengan sempurna.

2. Rendahnya sistem kekebalan tubuh
Data berdasarkan evidance base memang belum ada. Namun pada proses persalinan normal, bayi berpindah dari rahim yang nyaris steril ke lingkungan luar melalui proses yang berlangsung lama dan melibatkan kontraksi selama berjam-jam. Saat lahir pun, mulut bayi tidak tertutup sehingga banyak kuman yang masuk ke dalam mulut, bahkan sampai ke pencernaan. Imbasnya, bayi mengalami kontak alami dengan mikroba floral dalam jalan lahir ibunya yang kemudian berkoloni di ususnya. Hal ini sangat berpengaruh pada perkembangan dan pematangan sistem kekebalan tubuhnya.

3. Rentan alergi
Baik dari kondisi "kotor" di jalan lahir yang tidak dilalui si bayi yang dilahirkan secara sesar, maupun tertundanya pemberian ASI sesegera mungkin, membuat risiko alergi pada bayi jadi lebih tinggi. Belum lagi paparan antibiotik yang biasanya diberikan kepada bayi sesar sebagai langkah berjaga-jaga dari kemungkinan infeksi, juga meningkatkan risiko alergi.

4. Emosi cenderung rapuh
Meski belum terbukti melalui penelitian ilmiah, kondisi psikologis bayi sesar diduga cenderung lebih rapuh dibanding bayi yang dilahirkan secara normal. Faktanya, bayi yang lahir normal memang dihadapkan pada kondisi tidak nyaman dimana ia harus melewati jalan lahir yang sempit dan berliku disertai tekanan hebat akibat kontraksi rahim. Perjuangan inilah yang diyakini dapat melatih mental si kecil sejak dini. Boleh jadi faktor ini memberi kontribusi tersendiri terhadap kepribadian si anak kelak.
Akan tetapi pola asuh yang diberikan orangtua dan bagaimana pengaruh lingkungan terbukti lebih ikut memberi warna apakah seseorang lebih tahan banting atau tidak ketika menghadapi stres kehidupan.

5. Terpengaruh anestesi
Kondisi ini mungkin saja terjadi. Karenanya, tim dokter yang terdiri dari dokter kebidanan dan kandungan, dokter anak, dan dokter anestesi harus berhitung secermat mungkin agar pembiusan pada bayi berpengaruh seminim mungkin. Untuk itu, umumnya anestesi yang digunakan adalah anestesi spinal yang berdosis rendah. Penggunaan bius total membuat bayi terlihat agak ngantuk karena dikeluarkan saat masih di bawah pengaruh anestesi.

6. Minim peluang IMD
Bayi sesar kurang mendapatkan kesempatan untuk menjalani IMD alias inisiasi menyusu dini. Ini karena kondisi bayi sesar berbeda dari kondisi bayi lahir normal yang bisa langsung ditempelkan di dada ibunya dengan refleks yang cukup kuat untuk mencapai payudara ibu. Sementara pada persalinan sesar, hal yang tak bisa segera dilakukan mengingat bayi biasanya langsung dipasangi infus dan selang oksigen guna membantu pernapasannya. Si ibu pun umumnya masih dalam keadaan "teler" akibat pengaruh obat anestesi.

KF/v/kompas

7 Cara Bikin Kulit Kencang Seperti Bayi

Wajah Anda sudah mulai menampakkan kerutan-kerutan halus di dahi,paparan sinar matahari membuat wajah Anda memerah seperti bekas jerawat, kulit pun mulai kendur menarik sudut mata Anda ke bawah.Hm ini dia,tanda-tanda penuaan.Agar wajah Anda akan terbebas dari penuaan dini, perbaiki cara Anda merawat kulit, cara makan, dan pola hidup Anda.

1. Cuci muka sebelum tidur. Terkadang kita sudah sangat mengantuk dan malas mencuci wajah. Kalau Anda tidur dengan make-up di wajah, kandungan make-up bisa membuat kulit teriritasi, pori wajah tertutup dan tersumbat kotoran. Akhirnya, kulit mudah berjerawat. Cuci wajah dengan busa sabun dan pijat selama 10-15 menit. Bersihkan wajah minimal 2 kali sehari. Cara ini bisa mengurangi kelebihan minyak di wajah, serta mencegah datangnya kerut-kerut dan kekeringan di wajah.

2. Lindungi wajah dari sinar UV. Kita yang tinggal di daerah tropis, idealnya menggunakan krim dengan perlindungan sinar matahari antara SPF 20-30. Gunakan setiap hari, jika Anda ingin mendapatkan kulit yang muda. Setiap 10 menit, terpaan sinar matahari (UVA) bisa membuat wajah kita kusam, lebih mudah berkerut, dan menambahkan bintik hitam dalam waktu 12 minggu. Jika pelembap wajah Anda tidak mencapai SPF 30, pastikan menggunakan sun block yang memiliki formula anti UVA dan UVB.

3. Kendalikan stres. Kalau Anda tipe yang emosional, sebaiknya kendalikan sejak sekarang. Sebab mereka yang tidak berusaha mengontrol emosinya cenderung memiliki tampilan kulit lebih tua 5 tahun dari usia sesungguhnya.

Amy Wechsler, MD, dermatolog yang juga penulis buku The Mind Beauty Connection, mengatakan bahwa rasa marah dan meluap-luap bisa meningkatkan hormon kortisol yang menyebabkan pembengkakan dan penurunan kolagen. Kulit pun menurun kekenyalannya, lalu timbul kemerahan dan jerawat pada wajah. Untuk menghalangi pembengkakan, gunakan makanan yang mengandung antioksidan tinggi, seperti jeruk dan asparagus.

4. Gunakan vitamin A (retinoid). Penelitian menunjukkan bahwa vitamin A bisa meningkatkan pertumbuhan kolagen yang membuat wajah tetap kenyal, menumbuhkan sel-sel kulit baru, menghilangkan garis-garis halus dan bintik-bintik hitam. Gunakan scrub yang mengandung vitamin A untuk mengangkat lapisan kulit mati sebelum tidur, seminggu 3 kali. Lihat perbedaannya 3 bulan kemudian.

5. Biasakan rutin merawat kulit. Setiap proses perawatan wajah tidak akan memberikan hasil yang instan. Hasil maksimal baru bisa terlihat 6-12 bulan kemudian. Jika kita menggunakan suatu produk secara teratur, pastikan tidak berlebihan. Kulit juga bisa menjadi kebal dengan berbagai perawatan yang terlalu sering.

6. Makan makanan yang kaya omega-3. Omega-3 adalah lemak baik yang terkandung dalam makanan seperti ikan salmon, rumput laut, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan kaya omega-3 akan membuat kulit kenyal dan kencang.

7. Latihan atau olahraga teratur. Berbagai studi menyebutkan bahwa perempuan yang rajin berolahraga memiliki kulit yang lebih kencang dibandingkan mereka yang jarang berolahraga. Alasannya, karena latihan akan membantu kulit mendapatkan pergantian oksigen baru dan membantu produksi kolagen. Lakukan minimal 30 menit olahraga per minggu untuk mendapatkan kulit dan tubuh yang sehat.

Sumber: KF